MENCEGAH STIGMA NEGATIF COVID-19 DI LINGKUNGAN SOSIAL

Disaat  wabah pandemi COVID-19, muncul satu fenomena sosial yang berpotensi memperparah situasi, yakni stigma sosial atau asosiasi negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang yang mengalami gejala atau menyandang penyakit tertentu. Mereka di diskriminasi dan dikucilkan karena terasosiasi dengan sebuah penyakit.

Sebagai penyakit baru ini mayarakat cenderung mempunyai rasa takut yang berlebihan dikarenakan mereka belum mengetahui penyakit Covid-19, sehingga jika ada warga yang batuk pilek yang memiliki gejala ini terkucilkan karena orang tersebut dianggap mempunyai hubungan dengan virus ini.

Perasaan bingung, cemas, dan takut yang kita rasakan dapat dipahami, tapi bukan berarti kita boleh berprasangka buruk pada penderita, perawat, keluarga, ataupun mereka yang tidak sakit tapi memiliki gejala yang mirip dengan COVID-19. Jika terus terpelihara di masyarakat, stigma sosial dapat membuat orang-orang menyembunyikan sakitnya supaya tidak didiskriminasi sehingga orang tersebut tidak segera berobat ke Fasilitas kesehatan dengan segera, dan membuat mereka tidak menjalankan perilaku hidup yang sehat.

Daripada menunjukkan stigma sosial, alangkah lebih bijak jika kita berkontribusi secara sosial, yaitu dengan: 

  1. Membangun rasa percaya pada layanan dan saran kesehatan yang bisa diandalkan; 
  2. menunjukkan empati terhadap mereka yang terdampak seperti berpartisipasi dari segi logistik sehingga orang yang terkena dampak benar-benar mendapatkan asupan makanan yang bergizi sehingga Isolasi betul-betul tidak berpergian kemana-mana;
  3. Memahami wabah itu sendiri jangan memperkeruh suasana di wilayah yang terkena dampak, dikarenakan siapa yang mau terkena penyakit tersebut 
  4. Memberikan suport kepada orang yang terkena dampak tersebut baik melalui sosial media Whatsapp, SMS, dan Via telp agar mereka semangat untuk Sembuh.
  5.  melakukan upaya yang praktis dan efektif sehingga orang bisa menjaga keselamatan diri dan orang yang mereka cintai.

Sebagai seorang individu yang bermasyarakat, berikut hal-hal yang dapat kita lakukan:

  1. Memberikan semangat kepada orang yang terkena dampak 
  2. Selalu memantau dan menjalin komunikasi yang baik, baik kepada masyarakat dan orang yang terkena dampak 
  3. Selalu mengingatkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti 3 M (Memakai masker, mencuci tangan dan menjarak) 
  4.  Selalu memantau lingkungan sekitar jika ada warga pendatang dari luar kota agar menjalankan isolasi 14 hari, Serta segera lapor ke RT kemudian kepada petugas kesehatan agar dilakukan screening .
  5. Memantau warga yang sedang isolasi 14 hari agar tetap dirumah tidak mengunjungi tempat-tempat umum.
Mari bersama menanggulangi covid-19 dengan mengutamakan protokol kesehatan dan saling mengingatkan kepada masyarakat agar selalu memakai masker saat keluar rumah, sering mencuci tangan baik setelah berpergian dan sehabis menyentuh benda-benda di tempat-tempat umum serta menjaga jarak saat berkerumun, Patuhilah Protokol kesehatan dan mempunyai rasa kesadaran untuk selalu mengingatkan 3M, semoga wabah ini cepat berlalu amin ..

Komentar

Postingan Populer