Bulan Penimbangan Balita ( BPB ) Terintegrasi Dengan Pemberian Kapsul Vitamin A Puskesmas Imbanagara

Bulan Penimbangan Balita (BPB) adalah kegiatan penimbangan berat badan dan pengukuran Panjang atau Tinggi badan pada balita usia 0-59 bulan dilakukan di Posyandu secara serentak pada bulan Agustus. Kegiatan ini sudah berjalan sejak lama di puskesmas Imbanagara melaksanakan kegitan BPB 2 x setahun yaitu dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus.

Alat yang digunakan untuk menimbang Berat Badan balita adalah Dacin dan Baby scale, kedua alat tersebut sudah standar menurut WHO untuk penimbangan Berat Badan. Alat yang digunakan untuk mengukur Panjang Badan dan Tinggi Badan yang standar adalah alat ukur panjang badan (lenght board) dan alat ukur tinggi badan.

Kegiatan BPB umumnya dilakukan di posyandu. Hasil pengukuran berat badan dan Panjang/ tinggi badan balita selanjutnya dilakukan input data untuk dimasukkan dalam aplikasi eletronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) sehingga segera dapat diketahui bila ada balita yang bermasalah dengan status gizinya.

Kategori status gizi yang bermasalah yang segera dapat diketahui setelah data di input adalah status gizi balita gizi kurang (underweight), balita kurus (wasting) dan balita pendek (stunting), bila sudah diketahui maka segera dapat dilakukan intervensi sesuai dengan permasalahannya.

Pada bulan Februari dan Agustus juga dilakukan kegiatan BPB dapat diintegrasikan dengan distribusi pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi kepada balita usia 6-59 bulan, balita usia 6-11 bulan mendapat 1 (satu) kapsul vitamin A dosisi tingggi warna biru dengan dosis 100.000 IU dan balita uais 12-59 bulan mendapat 1 (satu) kapsul vitamin A dengan dosis 200.000IU, selain bulan Februari kapsul vitamin A diberikan pula pada bulan Agustus.


Manfaat pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh (tidak mudah terkena penyakit infeksi) dan untuk kesehatan mata (mencegah rabun senja), sehingga secara umum dapat mendukung dalam penurunan risiko kesakitan dan kematian pada balita.

Pemeriksaan perkembangan pada balita yang dapat dilakukan di posyandu dan di puskesmas , kegiatan pemeriksaan perkembangan dilakukan oleh petugas kesehatan dan kader dengan menggunakan buku KIA.

Apabila ada masalah pada balita yang diperiksa perkembangannya maka dapat dilakukan stimulan dirumah oleh orangtua balita berdasarkan nasehat dari petugas kesehatan atau bila masalahnya berlanjut maka dilakukan rujuk ke tingkat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi.

Manfaat pemeriksaan perkembangan pada balita adalah :

1). Mengukur tingkat perkembangan anak balita sesuai umurnya,

2) mendeteksi dini setiap kelainan tumbuh kembang, melakukan penanganan yang efektif dan komprehensif serta melakukan langkah pencegahan penyimpangan tumbuh kembang.



Ayo Datang ke Posyandu !!!, Terimakasih

Komentar

Postingan Populer